Senin, 16 Juli 2012

Atlet Putri Karo Juara 10 K Piala Kapolda Aceh

KETERANGAN FOTO : Kapolres Simeulue AKBP Drs Parluatan Siregar menyerahkan hadiah kepada Nurainun Parangin-angin juara 10 K Piala Kapolda Aceh , di Sinabang
SINABANG,KORANKARO
    Lari 10 K Piala Kapolda Aceh Irjen Pol Iskandar Hasan, digelar di Sinabang, Ibukota Kabupaten Simeulue, Minggu (8/7), berlangsung sukses.
    Start peserta dilepas Kapolres Simeulue AKBP Drs Parluatan Siregar, MH disaksikan Pj Bupati Ir. Nurman Shamad DS, MM.

     Kapolres mengatakan, Marathon 10 K ini diikuti 5000 peserta. Acara dibarengi dengan sepeda santai diikuti 300 peserta.

     Di bagian putri, gelar juara direbut Nurainun Parangin-angint asal Kabupaten Karo, Sumut dengan waktu 40 menit 08 detik.Atas suksesnya ini ia mendapat seekor kerbau, piala bergilir, piala tetap, piagam dan uang pembinaan sebesar Rp 2 juta.

    Tempat kedua juga diraih pelari Karo Romaida Perangin-angin catatan waktu waktu 43 menit 11 detik, menerima piala tetap dan piagam serta uang pembinaan Rp2 juta.

    Peringkat ketiga atlet asal Banda Aceh, Yuliawati dengan waktu 43 menit 25 detik, dan rangking empat Depi Siregar asal Sumut terpaut waktu 01:03 detik dariYuliawati.

    Untuk putra, juara pertama Andi Putra dengan waktu 33 menit 08 detik. Ia mendapat hadiah sama seperti juara putri. Posisi kedua ditempati Jeprianto dengan waktu 33 menit 20 detik, menerima tropi tetap, piagam dan uang pembinaan Rp2 juta.

    Peringkat tiga Abdullah dengan waktu 36 menit mendapat hadiah uang tunai Rp 1,5 juta, piala tetap dan piagam. Peringkat empat Helmi, menerima hadiah Rp 500 ribu, piagam dan tropi.

   Sementara urutan 5 sampai 10, masing-masing mendapat uang hiburan Rp200 ribu ditambah piagam. Khusus juara pertama yunior putri diraih Saraumaini (12 tahun) dengan waktu 36 menit 05 detik.

Operasi Patuh Toba di Tanah Karo Keluarkan 357 Tilang

KETERANGAN FOTO : Kendaraan roda dua yang ditilang melalui Operasi Patuh Toba diamankan di Mapolres Tanah Karo di Kabanjahe.
KABANJAHE,KORANKARO
Operasi Patuh Toba 2012 se jajaran Polres Tanah Karo yang digelar mulai 4 Juli s/d 9 Juli 2012, mengeluarkan tindakan langsung (Tilang) 357 lembar. Hal itu dikatakan Kapolres Tanah Karo AKBP Marcelino Sampouw SH SIk MT melalui Kasat Lantas AKP Radu Sembiring kepada wartawan, Selasa(10/7) sore di Mapolres Tanah Karo Jalan Djamin Ginting Kabanjahe Tanah Karo.

Kapolres menjelaskan, dalam Operasi Patuh diamankan 46 kendaraan roda dua, STNK 210 lembar, SIM 101 lembar. Selanjutnya, ke-46 kendaraan roda dua ditahan karena tidak mempunyai kelengkapan surat-surat.

Ke-210 STNK dan 101 SIM yang ditilang, pengendaranya tidak menggunakan helm, tidak menyalakan lampu (light on), 152 pelanggaran tidak mengindahkan rambu-rambu. Bagi kenderaan roda 4 ditindak karena tidak memakai alat pengaman seperti safety belt.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang kecelakaan lalulintas (Lakalantas) yang terjadi selama Operasi Patuh , AKP Radu Sembiring mengatakan, terjadi empat kali laka lantas dengan korban luka berat tiga dan luka ringan dua orang, kerugian ditaksir Rp 4 juta.

"Bagi pemilik kendaraan yang ditahan dapat mengambil dengan menunjukkan surat yang dibutuhkan dan melengkapi kelengkapan kenderaan tersebut ke Mapolres Tanah Karo," ujar Radu Sembiring.

Untuk kelancaran Operasi Patuh 2012 ini, pihak Sat Lantas melakukan secara hunting dengan kenderaan roda dua sebanyak 5 unit dan roda 4 sebanyak 2 unit yang dilaksanakan 4 Juli s/d berakhir 17 Juli 2012.

Petugas Panti Parawasa Brastagi Asal Tangkap

 KETERANGAN FOTO : Beberapa orangtua berkerumun di panti Parawasa Brastagi yang ingin menemui anaknya yang terjaring razia, Minggu (15/7).

BERASTAGI, KORANKARO
Saat menikmati minuman di Cafe Citra Sri Gunting Medan, Sabtu (14/7) pagi, tiga perempuan turut diangkut petugas dan digiring ke Panti Rehabilitasi Wanita (Parwasa) ke Brastagi. Padahal seorang diantaranya adalah ibu rumahtangga yang sedang memiliki bayi. Menurut orangtua salah seorang korban yang minta namanya diinisialkan, NH (51) didampingi suaminya JN (55), ketiga anaknya belum ada satu jam berpisah dengan keluarganya saat menghadiri acara pesta kerabatnya tidak jauh dari Cafe Citra. Namun, karena hendak ingin duduk dan santai, anak tertuanya mengajak adik dan sepupunya duduk di cafe itu.

"Belum sampai 20 menit mereka duduk di cafe itu, datang petugas mengerebek/merazia cafe yang tepatnya ada di seberang cafe Citra. Namun, karena tidak merasa membawa apa-apa dan memang tidak berbuat apa-apa selain minum ringan saja, anak saya dan keponakan saya duduk saja. Tetapi saat tim razia terdiri dari gabungan aparat langsung membawa anak saya. Padahal KTP anak saya lengkap semua," ujarnya.

Ditambahkannya, salah seorang anaknya YL (30) seorang ibu rumahtangga memiliki seorang anak yang berusia 1,6 bulan, masih harus diberi ASI juga tidak dizinkan pulang. "Kasihan anaknya, menagis terus-terusan, anak saya itu bukan pekseja seks kenapa harus dibina, apa salah minum di cafe?,"keluhnya

Setelah mengunjungi anaknya di halaman Panti Rehabitasi Wanita (Parawasa), ibu itu menangis, pasalnya tidak satupun anaknya yang dizinkan pulang.

Salah seorang anaknya LL (28) juga adalah salah satu mahasiswa di sebuah perguruan tinggi jurusan kedokteran sedang NS (18) baru menyelesaikan SMA dan sedang demam, bahkan semuanya punya indentitas.

Lain halnya dengan E Syahputra (52), dia mengaku anaknya EN (25) juga terjaring di cafe yang sama. Dia mengaku, begitu EN diangkut dia mengejar hingga ke depan kantor Bupati Deliserdang dan memohon kepada salah satu pegawai Satpol PP bernama Sutan yang merazia agar EN bisa dikeluarkan.

Minta Rp400 Ribu
"Entah dasar apa Sutan berjanji mengeluarkan EN bila bersedia membayar Rp 400 ribu. Tanpa menunggu lama permintaanya saya turuti, tetapi sampai saat ini petugas Satpol PP itu belum juga mengeluarkan anak saya," ujarnya.

Pemilik Cafe Citra YP kepada wartawan mengatakan, sebelum terjadi penggerebekan, dia melihat cafe yang terletak tepat di depan cafe miliknya dirazia petugas.

"Karena kami melihat, ya kami hidupkan semua lampu, dan menyuruh seluruh tamu yang hadir untuk tidak panik. Karena cafe kami tidak menyediakan PSK. Namun begitu petugas masuk langsung merazia memisahkan yang pria dan wanita. Tanpa menunggu lama seluruh pegawai dan beberapa tamu diangkut," ujarnya.

Saat berkunjung ke Parawasa di Brastagi, pemilik kafe menanyakan kepada petugas Panti Rehabilitasi Wanita (parawasa) apakah pegawai dan tamu yang diangkut bisa dibawa pulang, namun pihak Dinas Parawasa tidak memberikan izin.

"Petugas Parawasa mengatakan mereka yang terjaring dibina terlebih dahulu.Saya heran apakah mereka menganggap pekerja waitres dan biduan bahkan tamu yang ada di cafe adalah PSK, hingga harus dibina dulu?," ujar YP.

Saat hal ini dikonfirmasikan kepada Kepala Panti Rehabilitasi Wanita Parawasa Brastagi Drs Halomoan Samosir, dia mengatakan, tidak bersedia bertemu. Beberapa petugas mendatangi wartawan dan menyampaikan, orang nomor satu di Parawasa Brastagi tersebut tidak dapat diganggu karena sedang beristirahat.

Saat dihubungi melalui telepon selularnya Drs Halomoan Samosir tidak menjawab, begitu juga saat dikirim pesan singkat dia juga tidak bersedia membalas.

Diminati 9.133 Calon Mahasiswa Baru Polmed Menjadi Politeknik Terfavorit di Indonesia

KETERANGAN FOTO :Jajaran Direktur dan Pudir Polmed mengawasi langsung pelaksanaan ujian masuk bagi mahasiswa baru.

MEDAN, KORAN KARO 
        Untuk tahun akademik 2012/2013 Politeknik Negeri Medan berhasil menjadi politeknik negeri yang paling diminati calon mahasiswa baru di Indonesia, dimana pada tahun ini peminat Polmed mencapai 9.000 lebih calon mahasiswa baru. Angka ini meningkat lebih dari 50% jika dibandingkan dengan jumlah pendaftar pada tahun sebelumnya. 
         Untuk gelombang 1 peminatnya mencapai 2.452 sementara pada gelombang kedua jumlah pendaftar membengkak menjadi 6.681 calon mahasiswa baru, sehingga total pendaftar gelombang 1 dan 2 adalah 9.133 calon mahasiswa baru. Adapun persebaran peserta ujian untuk gelombang ke-2 ini, antara lain 2.450 perserta ujian dari kelompok IPA, 1.827 IPS dan 2.404 IPC.
       “Kami sangat bersyukur dengan semakin besarnya minat calon mahasiswa untuk masuk ke Politeknik Negeri Medan pada tahun ini. Ini menandakan tingkat kepercayaan masyarakat kepada Politeknik Negeri Medan sebagai salah satu intitusi pendidikan tinggi negeri semakin baik,” demikian diungkapkan Direktur Politeknik Negeri Medan, Ir. M Syahruddin, MT didampingi antara lain Pembantu Direktur (Pudir) I, Ir. Abdul Basir, MT dan Pudir IV Bidang Kerjasama Cipta Dharma, SE, MSi, saat ditemui di sela-sela pelaksanaan Ujian Masuk Politeknik Negeri (UMPN) gelombang 2, yang berlangsung pada hari Sabtu (14/7), di Kampus Politeknik Negeri Medan Jalan Almamater No.1 Kampus USU.
       “Kami memang senantiasa berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kami kepada masyarakat. Antara lain misalnya dengan berhasilnya Politeknik Negeri Medan mendapatkan sertifikat ISO 9001:2008 dari PT SGS Indonesia, yang dilanjutkan dengan pola penerimaan mahasiswa baru dengan jalur online ini. Kami berharap dengan cara pendaftaran online bisa menjangkau calon mahasiswa secara lebih luas lagi sekaligus memudahkan proses pendaftarannya,” ujar Syahruddin. “Ke depan kita ingin menjadikan Politeknik Negeri Medan sebagai kampus modern yang bisa diandalkan,” imbuhnya.
     Sebagaimana diketahui , proses pendaftaran peserta ujian untuk gelombang pertama dan kedua Politeknik Negeri Medan dilakukan secara online melalui website resmi Politeknik Negeri Medan, yakni www.polmed.ac.id. Pendaftaran secara online ini dilakukan untuk memperluas akses dan jangkauan peminat berbagai program studi yang ada di Politeknik Negeri Medan.
     Adapun materi ujian seleksi ini, materi ujian bidang keteknikan/IPA antara lain meliputi: Matematika, Fisika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, sedangkan untuk materi ujian bidang tataniaga/IPS meliputi Matematika, Ekonomi, Akuntansi, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia.
       Untuk tahun akademik 2012/2013 ini, Politeknik Negeri Medan tidak hanya membuka pendaftaran untuk Program D3 (gelar ahli madya) saja, namun juga membuka tiga program studi D4 dengan gelar sarjana sains terapan (SST) antara lain ; Program Studi D4 Usaha Jasa Pariwisata/Event Management, D4 Teknik Perancangan Jalan dan Jembatan dan D4 Manajemen Rekayasa Konstruksi Gedung. Sementara untuk program D3, program yang ditawarkan antara lain; Akuntansi, Perbankan & Keuangan, Administrasi Bisnis, Teknik Mesin, Teknik Konversi Energi, Teknik Sipil, Teknik Listrik, Teknik Elektronika, Teknik Telekomunikasi, Teknik Komputer, dan Manajemen Informatika. 
Pelaksanaan Ujian
Mengenai pelaksanaan ujian, Pudir I, Ir Abdul Basir MT menjelaskan, menurut hasil pantauan di lapangan, pelaksanaan ujian gelombang 2 berjalan dengan sangat lancar tanpa ada kendala yang berarti. “Hingga berakhir, ujian berlangsung tanpa kendala, kami tidak menemukan ada kecurangan seperti perjokian dan lainnya," paparnya.
     Basir juga menjelaskan, Polmed memang memperketat keamanan pada saat pelaksanaan ujian ini. Upaya itu antara lain melarang pihak-pihak yang tidak berkepentingan masuk ke dalam areal kampus, bila tanpa izin. "Alhamdulillah, melalui usaha-usaha yang kami lakukan, ujian bisa berlangsung lancar, aman dan tanpa kendala apapun," tuturnya.
Sejarah Singkat
      Pada tahun 1979 Universitas Sumatera Utara ditetapkan sebagai salah satu dari 6 Universitas/Institut yang mendapat proyek pembangunan Pendidikan Politeknik Tahap I dari DIKTI, dengan nama Politeknik Universitas Sumatera Utara (Politeknik USU) Medan. Pembangunan Politeknik USU dibiayai oleh Bank Dunia (World Bank). Pada tahap I yang dibangun adalah pendidikan bidang keteknikan yang pelaksanaannya mendapat bantuan tenaga ahli dari Swiss yang ditempatkan di Medan .

       Selanjutnya pada tahap II dibangun pendidikan bidang tata niaga yang didukung oleh bantuan tenaga ahli dan fasilitas dari Australia. Pembangunan pendidikan bidang tata niaga mulai diselenggarakan pada tahun 1986 dan dibantu seorang tenaga ahli dari Australia.
       Pembangunan Politeknik USU dan Politeknik lainnya, merupakan proyek pemerintah melalui Depdikbud Ditjen DIKTI yang dilaksanakan oleh Pusat Pengembangan Pendidikan Politeknik dikenal dengan singkatan PEDC (Polytechnic Education Development Center) di Bandung.

       Melalui Surat Keputusan Mendikbud No. 084/O/1997 tentang Pendirian Politeknik Negeri Medan, maka Politeknik USU Medan secara resmi menjadi Politeknik mandiri dengan nama Politeknik Negeri Medan (Polmed) yang isinya telah diperbaharui dengan SK Mendiknas No.: 130/O/2002 tentang organisasi dan tata kerja Politeknik Negeri Medan.

Selasa, 03 Juli 2012

Harga Tomat dan Sayur Pahit di Karo Anjlok

TANAH KARO, KORAN KARO
Harga pasar buah tomat dan sayur pahit di tingkat petani di Tanah Karo terus mengalami penurunan, hingga para petani mengalami kerugian. Hal itu disampaikan petani tomat Natanael Perangin-angin (32), warga Desa Sukatendel Kecamatan Tiganderket Kabupaten Karo, Senin (2/7) saat panen tomat.

Dikatakannya, sudah sekitar sebulan lebih harga pasar tomat mengalami penurunan hingga mencapai harga Rp 1.000, bahkan sampai Rp 800/Kg dan harga murah itu terus bertahan sampai sekarang tidak mengalami kenaikan.

"Sejak panen harga tomat tidak pernah mengalami harga yang tinggi, malahan terus menerus anjlok dari harga Rp 1.200/Kg hingga Rp 800/Kg,"ujar Perangin-angin.

Dengan kondisi seperti ini, para petani khususnya petani tomat dan sayur pahit akan mengalami kerugian dan mengalami kesulitan ekonomi rumah tangga, apalagi saat ini diperlukan biaya kebutuhan sekolah anak-anak yang akan memasuki tahun ajaran baru nanti.

"Kebutuhan anak sekolah yang tidak bisa tidak terutama untuk membeli sepatu, tas, baju, celana, dan buku sangat diperlukan biaya," tambahnya.

Hal Senada juga diungkapkan Semangat Ginting (60), warga Desa Tiganderket Kecamatan Tiganderket juga mengeluh karena harga sayur pahit ikut anjlok dari harga Rp 700 turun menjadi Rp 500 / Kg.

Akibat harga sayur pahit terus anjlok, membuat petani sedikit pusing merasa pahit kerena tanaman sayur pahit yang diharapkan ternyata hasilnya pahit tidak mendapat harga sesuai harapannya.

"Sudah tiga kali saya melakukan penanaman sayur pahit dan tidak pernah beruntung malahan terus menerus mengalami kerugian, sedang untuk biaya kebutuhan anak sekolah sudah sangat mendesak dan tidak dapat di tunda," kata Ginting.

Pengunjung Gundaling Dipungli

   Sejumlah pengunjung obyek wisata Bukit Gundaling Brastagi, Kecamatan Berastagi Kabupaten Karo, terutama bagi yang menggunakan mobil, merasa kecewa karena setiap mobil dikutip Rp 2000 oleh oknum yang memakai kaos bertuliskan Dishub di lengan bajunya.
  Salah Seorang di antara pengunjung yang mengaku marga Aritonang (40), warga Belawan, kepada wartawan, Minggu (1/7) mengungkapkan sore itu setelah puas menikmati indahnya panorama alam dari puncak Gundaling, dia bersama rombongan berjumlah 12 orang yang terdiri 8 orang dewasa dan 4 anak- anak mengendarai mobil bergerak menuruni bukit Gundaling ingin pulang ke Belawan.

   Baru dalam hitungan menit menyusuri bukit yang padat pengunjung itu, Aritonang mengaku distop seorang berpakaian kaos bertuliskan Dishub di lengan bajunya. Petugas itu meminta uang parkir. Ketika ditanya Aritonang berapa, dikatakan petugas itu Rp 5.000. Aritonang membayarnya dan petugas itupun menyerahkan selembar kertas tanda pembayaran retribusi khususparkir di lokasi obyek wisata.

   "Sambil meneruskan perjalanan saya lihat isi kertas yang diberikan petugas tadi. Alangkah terkejutnya saya, karena dalam kertas bertuliskan Pemkab Karo Dinas Perhubungan restribusi tempat parkir itu tertera Rp 3.000 untuk taksi, mobil penumpang umum, sedan/pick up. Ternyata oknum itu meminta Rp 5.000. Pengutipan yang Rp 2.000 ini nilainya memang tak seberapa, tapi kan jelas-jelas pungutan liar(pungli), yang sudah pasti masuk ke kantong pribadi oknum, karena di luar yang resmi yakni Rp 3.000. Padahal, oknum itu dalam melakukan tugasnya pasti sudah diberi upah atau gaji," katanya.

    Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Karo Dinasti Sitepu S.Sos yang dikonfirmasi, Senin (2/7) membenarkan dan malah mengatakan dia mendapat informasi ada pengunjung yang dimintai uang parkir sebesar Rp 10.000. Namun dia mengaku tidak dapat berbuat apa-apa, karena yang melakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Karo.

Selain menyoroti pengutipan yang melebihi ketentuan itu, Aritonang juga mengeluhkan minimnya tempat parkir di puncak Gundaling.

"Begitu sampai di seputaran puncak Gundaling, laju kendaraan mau tidak mau harus diperlambat kalau tidak mau terjadi kecelakaan, karena separuh badan jalan sudah penuh sesak dijejali mobil-mobil yang menjadikan badan jalan menjadi tempat parkir.

"Saya lihat lapangan parkir yang disediakan ternyata tidak mampu menampung 1/5 dari seluruh kendaraan yang memadati puncak Gundaling. Jadi Pemkab Karo harus menambah lapangan parkir lainnya untuk menghindari kemacetan dan untuk terciptanya kenyamanan berlalu lintas di Bukit Gundaling," kata Aritonang.

Kepala Dinas Perhubungan Karo Drs Jamin Ginting ketika dihubungi melalui pesan singkatnya menjawab, setiap anggota atau pegawai yang ditugaskan melakukan pengutipan semuanya dilengkapi dengan kartu identitas dan hanya dibolehkan mengutip sesuai dengan yang tertera di karcis yang tersedia.

"Apabila para petugas meminta melebihi ketentuan laporkan saja ke polisi," ujarnya.

Senin, 02 Juli 2012

Bupati Karo Pasang Perangkap Lalat Buah Jeruk

KETERANGAN FOTO : Bupati Karo Dr (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti didampingi Kadis Pertanian/Perkebunan Agustoni Tarigan, SP, Kabag Tapem, Drs Mangat Ginting, MSi, sedang memasang perangkap lalat buah di lahan pertanian jeruk milik Kades Dokan Jeremia Ginting

TANAH KARO,KORAN KARO
  Bupati Karo, Dr (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti bersama warga 10 kecamatan sebagai sentra tanaman jeruk, Rabu (27/6) secara simbolis memasang alat perangkat di perladangan jeruk milik Kades Dokan, Jeremia Ginting. Bupati melakukan itu usai koordinasi penaggulangan hama lalat buah pada tanaman jeruk di losd Desa Dokan Kecamatan Merek

Sebelumnya bupati meminta petani jeruk agar jangan lagi beternak hama lalat buah, yang nota bene merugikan ekonomi masyarakat petani.

Karena selama ini masyarakat petani dianggap tidak mengindahkan saran petugas teknik dalam pengendalian hama.

Untuk itu, diminta kepada petani jeruk dalam hal pengendalian selalu berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan Perkebunan serta penyuluhan, katanya.

"Kalau SKPD tidak respon dengan laporan masyarakat petani dalam pengendalian hama lalat buah, silakan hubungi saya. Saya akan menindak lanjuti laporan kalian semua, agar peningkatan ekonomi berbasis pertanian akan terlaksana dengan kerjasama dan koordinasi kita semua," jelas Bupati.

Sedangkan Kadis Pertanian dan Perkebunan Agustoni Tarigan, SP menyebutkan, sentra produksi holtikultura di Indonesia terutama di Karo telah menjadi ikon Sumatera Utara, karena Karo merupakan sentra produksi jeruk ke tiga di Indonesia setelah Jawa Timur dan Jawa Barat, katanya.

Luas tanaman jeruk di Karo sesuai data 14.356 ha, dimana jeruk menyebar di 17 kecamatan. Tetapi 10 kecamatan sentra produksi jeruk Karo antara lain, Barusjahe, Dolatrayat, Tigapanah, Merek, Berastagi, Simpang Empat, Naman Teram, Merdeka dan Kabanjahe.

Jeruk Karo pada akhir-akhir ini banyak mengalami penurunan kuantitas dan kualitas akibat dari beberapa fakor salah satunya hama lalat buah.

Kemudian, umur sudah tua, harus direplanting karena pertumbuhanya sudah mencapai ambang batas, akibat serangan organism penggangu tanaman yang paling menonjol adalah hama lalat buah.

Lalat buah bisa merugikan petani hingga 90 persen.

"Maka, mau tidak mau, maka sejak saat ini kita harus perang dengan lalat buah. Dengan 4 teknnik yang telah dirancang yakni, kegiatan hari ini menjadi titik awal pengendalian hama lalat buah yang didukung pemerintah pusat.

Dirancang khusus dan menjadi sowindo di Indonesia, kalau ini berhasil dan akan menjadi percontohan di seluruh Indonesia," jelasnya.

Pemerintah pusat dan daerah sangat perduli dengan peristiwa alam yang merugikan petani ini, maka pada tahapan ini dibuat "sowindow" lahan pertanian jeruk 100 hektar dengaan alat perangkap 2.000 unit.

Untuk 1 ha, digunakan 16 unit, sedangkan 400 unit di sebar di keseluruhan pada areal yang kurang terurus lahan pertanian jeruk di desa Dokan, ujar Tarigan.

Kades Dokan Jeremia Ginting didampingi Ketua Gapoktan Persadan Sembiring mewakili masyarakat petani jeruk, menyebutkan sepakat memerangi lalat buah.

Dia meminta agar bupati dan SKPD-nya agar tetap memonitor serta memberikan pencerahan dalam penanggulangan lalat buah yang berkesinambungan agar visi dan misi pemkab meningkatkan ekonomi masyarakat berbasis pertanian akan tercapai.

Amatan wartawan di lapangan, selain Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Badan Penyuluhan, rombongan turut Asisten I dan II serta Camat sekabupaten Karo.